Senin, 27 September 2010

keberadaan Sebuah Museum sejarah Kota Surabaya

Sejarah merupakan suatu hal yang tidak akan pernah bisa terlupakan,karena melalui sejarahlah kita bisa bercermin dan menjadi yang lebih baik lagi.tetapi kadang kita juga sering melupakan sejarah, apalagi tentang sejarah asal usul terjadinya nusantara kita ini. Ada beberapa cara agar sejarah tidak dilupakan :

· Pelestarian situs situs bersejarah

· Menginformasikan pengetahuan akan sejarah kota di indonesia.

· didirikanya sebuah museum.

Dan disetiap pulau maupun kota yang ada di bumi pertiwi ini mempunyai banyak sekali cerita sejarah yang unik dan menarik. salah satunya adalah cerita tentang sejarah terjadinya kota Surabaya. Yang mempunyai beberapa cerita dari lahir hingga berkembangnya kota ini pada abad ke-19 masa keemasan dari kota surabaya.

Seperti yang telah ditulis oleh salah satu peneliti sejarah kelahiran Surabaya tapi berdarah belanda G.H Von Faber.(Widodo D.I. 2003)

Di dalam buku En Werd Een Stad Geboren(telah lahir sebuah kota), hipotesis GH von Faber :Bahwa kira kira sekitar tahun 850 M,muara kali berantas letaknya jauh lebih ke selatan daripada apa yang kita lihat sekarang.Pada waktu itu garis batas tersebut ada di kawasan wonokromo sekarang.Sementara di muaranya ada delta yang terdiri dari pulau pulau kecil dalam bentuk rawa.di kawasan tersebut juga ada 9 anak sungai dan hanya ada 2 sungai yang paling penting pada saat itu, sungai tersebut Kali Mas dan Kali Pegirian.

Menurut GH Von faber,pemukiman manusia pertama di Surabaya adalah di Pulau Domas, Pulo wonokromo. Tetapi letak pulau domas sendiri menurut Von Faber ya berada di sekitar terminal joyoboyo, Kata Von Faber, Pemukiman pertama ini terjadi kira kira saat berdirinya kerajaan mataram hindu pada abad ke-9, dan yang tinggal di Pulau Domas adalah orang orang hukuman(Strafkolonie), yaitu para narapidana, orang gila, orang cacat jasmaniah, tawanan perang, yaitu orang orang yang kehadiranya tidak bisa diterima oleh masyarakat pada waktu itu, bukan itu saja masyarakat juga menimpakan hukumannya, keturunan para Korak(kotoran rakyat) itu pun harus tinggal di pulau domas hingga keturunan ke delapan, meskipun ada yang sudah terbebas dari pengasingan namun masih bnyak yang suka menentap di pulau tersebut.Dari situ baru munculah perkampungan perkampungan baru, dan lama lama didirikanlah pelabuhan disekitar tempat itu,namanya pelabuhan Dadungan tempatnya di stasiun wonokromo.dan sampai pada akhirnya masyrakat buangan tersebut membuat peraturan sendiri seperti peraturan lalu lintas sungai( Faber..1930an dalam Widodo D.I. 2003).

Tapi hasil hipotesis di atas belum bisa melahirkan sebutan Surabaya, baru pada tanggal 1 april 1906 oleh pemerintah belanda, bersamaan dengan disahkan 4 kota besar di Indonesia dengan status “Zelfstaandige Stadsgemeente” atau Kotapraja dengan hak otonom. Peringatan HUT (Hari Ulang Tahun) Kota Surabaya yang selalu dirayakan setiap tanggal 1 April itu dirasa kurang sreg atau kurang pas. Rasanya kurang pas kalau Surabaya yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Mojopahit, ternyata dalam peringatan HUT-nya masih “terlalu muda”. Tetapi hal itu menimbulkan banyak kontroversi

dari kalangan sejarahwan dan Tokoh Masyarakat, karena telah diyakini bahwa kata Surabaya sudah ada sejak jaman kerajaan Majapahit.

Dalam berbagai legenda dan cerita lama, nama Surabaya tidak lepas dari sejarah berdirinya Karajaan Majapahit. Maka disepakatilah, bahwa hari lahir Surabaya hampir bersamaan dengan berdirinya Kerajaan Majapahit., Citra dan images sudah terbentuk, bahwa Surabaya sudah berusia “tua sekali”, Berdasarkan keputusan Walikota Surat Keputusan No.02/DPRD/Kep/75 tertanggal 6 Maret 1975, mengesahkan dan menetapkan Hari Jadi Surabaya tanggal 31 Mei 1293. Berdasarkan itu, Walikota Surabaya R.Soekotjo menindaklanjuti dengan mengeluarkan Surat Keputusan No.64/WK/75 tanggal 18 Maret 1975, yang menetapkan tanggal 31 Mei 1293 sebagai Hari Jadi Surabaya.

Banyak sekali cerita yang ada pada kota Surabaya ini yang juga sering di sebut sebagai kota sejarah.namun banyak kita lihat masih banyak sekali situs situs bersejarah yang rusak maupun di rusak, sehingga sebagai generasi yang baru sangat kurang sekali mengerti akan sejarah dari kota Surabaya.oleh karena itu perlu di dirikan sebuah tempat yang bisa selalu mengingatkan kita akan sebuah sejarah dari kota Surabaya,yang bukan hanya sejarah tragedi yang terjadi tetapi juga Suasana kota waktu lampau yang sekarang sudah berangsur hilang.meskipun sudah ada museum sejarah di kota Surabaya yaitu di tugu pahlawan tetapi hanya berisi tentang keadaan heroic kota Surabaya pada masa penjajahan belanda.oleh karena itu diperlukan suatu catatan sejarah yang lebih lengkap tentang kota Surabaya, untuk membuat sebuah museum yang bisa di sebut sebagai Museum sejarah perkembangan kota Surabaya. Fungsi museum sebagai salah satu fasilitas pendidikan mungkin kurang diperhatikan dan diminati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Museum masih dianggap sebagai tempat yang kurang menyenangkan untuk dikunjungi. Penyebab dari hal ini bisa saja beragam diantaranya kurang menariknya penataan dan sirkulasi bagi pengunjung, kurangnya jumlah koleksi, dan kurang menariknya fasilitas yang ditawarkan oleh museum itu sendiri.

Akan tetapi saat ini taraf pendidikan di Indonesia sudah mulai meningkat. Namun demikian kecenderungan orang untuk mendatangi museum masih tetap kurang, sehingga dapat disimpulkan bahwa keadaan atau kondisi museum itu sendirilah yang membuat orang cenderung malas untuk datang. Memang jika kita melihat kondisi museum di Indonesia jarang yang masih tetap dalam keadaan terawat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar